Tuesday, March 31, 2009

Sedikit Catatan Bulan Ini

Assalamualaikum Wr. Wb.

Tepat hari ini ujian mid semester genap udah selesai. Senangnya.... Tapi sayangnya, selesai ujian, saya malah kena serangan radang tenggorokan mendadak. Singkatnya kayaknya sih amandel saya kambuh lagi. Huhuuu.... Rasanya menderita. Mau ngomong nggak enak. Mau makan juga nggak enak. Mau apa-apa jadi nggak enak deh pokoknya. Temen-temen ada yang tau obat alami buat radang tenggorokan nggak? Sebenernya lebih cepet pergi ke dokter sih. Tapi entar ujung-ujungnya dikasih pil-pil super gede. Saya males nelennya. Sakit...

Setelah sekian lama nggak nulis di blog. Akhirnya saya nulis juga hari ini. Entah kenapa beberapa hari yang lalu saya lagi malas nge-blog. Lebih tepatnya nggak tau mau nulis apaan? Nah, kali ini saya akan kasih sedikit catatan tentang kegiatan saya selama saya nggak nge-blog.

1. Sedang ujian mid semester. Mid kali ini begitu horror (baca:mengerikan). Entah ada angin apa hampir semua mata pelajaran ngasih soal yang diluar batas kemampuan otak. Duh! Bikin stress sampai-sampai jadi jerawatan. Huu.... Ya, udah deh. Yang udah lewat biarin aja. Sekarang yang penting optimis menghadapi hasil akhirnya. Semoga saja nggak ada yang remidi. Amin...

2. Ngurus sim. Akhirnya saya punya sim juga. Seneng sih. Tapi kecewa gara-gara fotonya jelek. Heran saya, kenapa ya foto sim itu selalu nggak sesuai harapan. Apa kameranya yang jelek? Atau wajah saya emang lagi melas waktu itu soalnya saya foto setelah selesai ujian fisika di sekolah sih. Hehehe...

Sewaktu saya kasih lihat ke ortu,


Mereka bilang : "Kenapa wajahnya kok miring gini? Wajahnya keliatan kucel. Matanya juga ngantuk."

Saya : *mencoba membela diri* “Jelas aja keliatan kucel n ngantuk. Itulah akibat dari kekejaman soal fisika. Gimana nggak kucel coba? Apalagi sampai di satlantas polisinya lagi nggak ramah. Entah karena apa polisinya pada judes. Tambah kucel deh tu wajah liat yang ngambil foto.”

Mereka terus bilang : “Ya, udah. Nunggu lima tahun lagi aja. Nanti kalau perpanjangan sim kan fotonya ganti lagi.

Saya : “ Hoo?? Bisa diganti ta?” *tiba-tiba merasa mendapat secercah harapan baru*

Ya udah deh sabar nunggu lima tahun lagi. Setelah itu, saya langsung menerapkan saran teman saya : nyelipin sim jelek itu ke dalam dompet bagian paling dalam!

3. Mencoba mengikuti acara Earth Hour. Malam minggu kemarin kan di tivi-tivi, di internet, di mana-mana orang pada ngomongin soal acara matiin lampu selama 60 menit itu. Awalnya sih pada semangat seperti saya (Tikung) dan teman saya (sebut saja Epti) siang itu di angkot :

Tikung : “Eh, ntar malem kan matiin lampu ta?”

Epti : “Iya. Eh, berapa lama sih?”

Tikung : *dengan gaya caleg berkampanye* “Cuma 60 menit. Dari jam setengah sembilan sampe setengah sepuluh. Jangan lupa dimatiin. Soalnya itu kesadaran sendiri. Nggak dimatiin dari pusat. Dengan matiin lampu kita bisa nyelametin dunia.”

Epti : “Kung, matiinnya semua lampu?”

Tikung : “Iya, semua deh kayaknya. Masa’ cuma satu. Tapi kira-kira tivi tetep boleh hidup ga ya? Kan nggak termasuk lampu tuh.”

Gubrakk!!! Entah bagaimana reaksi para penumpang angkot yang kayaknya ikut mendengarkan obrolan kami yang agak ngawur siang itu. Maklum habis mid...

Terus, realisasinya? Saya malam itu malah pergi (baca:kabur) ke Gramedia! Hehe... Tapi tetep matiin lampu yang ada di dalam rumah sih. Kecuali lampu di luar dan atas. Sebenarnya sekalian pengen liat malam itu Semarang ikutan matiin lampu apa nggak. Ternyata eh ternyata semua itu sekedar semangat saja! Simpang Lima seperi biasa terang benderang dengan PKLnya dimana-mana. Mal-mal juga begitu. Bahkan toko yang sudah tutup pun masih bersinar dengan terangnya. Dan hari seninnya teman-teman saya pun dengan senyum menyeringai cerita kalau mereka nggak ikut matiin lampu sepenuhnya. Ya, begitulah. Semangat oke, realisasi belum tentu...

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Read more...

Saturday, March 7, 2009

Aneh Tapi Enak ?!

Assalamualaikum Wr. Wb.

Beberapa minggu yang lalu, saya dan teman saya kedapatan tugas agama. Hmm... apa coba tugasnya?? Ayo tebak! Hehehe.... Jeng jeng jeng : BIKIN KUE !!! Hah yang benar aja? Ini agama atau tata boga. Hahaha... Itulah hal pertama yang ada di benak saya sewaktu guru saya memberi tugas itu. Awalnya sih saya anggap bercanda. Tapi setelah beberapa detik lalu menit kemudian (perlu waktu yang agak lama untuk konek) saya baru ngeh kalo itu benar-benar tugas yang diberikan oleh guru saya! Kata guru saya, ini adalah praktek pengamalan dari bab menghargai karya orang lain.

Untungnya tugas itu tugas kelompok. Jadi saya bisa mengandalkan teman saya yang lainnya untuk membuatnya. Maklum saya nggak ahli dalam masak-memasak . Tiap kelompok terdiri dari 8 sampai 9 anak. Dibagi menurut absen. Tugasnya kelompok 1 : kue tart, kelompok 2 : cake tape, kelompok 3 : pizza dan kelompok 4 : bolu kukus. Saya masuk kelompok 1. Nah, kami kebagian tugas bikin kue tart. Lumayanlah daripada bikin yang lebih susah lagi . Hari Minggu diputuskan untuk bikin kue di rumah salah satu teman kami. Kami memutuskan untuk bikin kue dari bahan instan aja yang gampang. Setelah belanja bahan-bahan yang diperlukan, kami langsung terjun ke lapangan eh dapur untuk bikin kue (baca : bikin berantakan dapurnya!). Berikut akan saya jelaskan langkah-langkahnya (perhatian : sebaiknya tidak dicoba dirumah karena ada beberapa langkah yang agaknya meragukan dan saya lupa. Hehe..)

1. Sebaiknya baca dulu petunjuk di bungkus bahan kue instannya.
2. Panaskan oven dahulu. (Ps:kami menggunakan oven jadul alias oven kompor)
3. Panaskan mentega secukupnya sampai meleleh.
4. Buka bungkus bahan kue instannya. Masukkan ke dalam mangkuk mixer.
5. Kalo nggak salah : masukkan 4 butir telur dan mentega yang sudah meleleh tadi. Kocok dengan mixer dengan kecepatan tinggi.
6. Jika adonan sudah mengembang, tuang ke loyang lalu masukkan ke dalam oven.


Sementara menunggu adonan tadi matang, kami membuat krimnya..
1. Lelehkan mentega putih.
2. Jika sudah meleleh, masukkan ke dalam mangkuk mixer.
3. Tambahkan susu dan selai secukupnya. Kami menggunakan selai apel supaya krimnya lebih berwarna dan ada rasa buahnya.
4. Kocok dengan mixer.
5. Silakan dirasakan dahulu krimnya sudah manis atau belum. (Ps:iika belum manis, jangan tambahkan gula pasir karena gulanya tidak bisa hancur. Tambahkan saja selai lagi.)

Kembali ke kue dalam oven...
1. Lihat keadaan kue di dalam oven dengan menusuknya dengan sumpit. Jika sudah tidak ada lagi adonan yang menempel pada sumpit, berarti kue sudah matang.
2. Keluarkan kue dari oven. Tunggu sampai dingin.
3. Setelah kue dingin, bagi kue jadi 2 bagian dengan benang. Potong juga bagian atas kue yang tidak rata.
4. Beri krim diantara lapisan kue yang sudah dipotong tadi. Lapisi seluruh bagian kue dengan krim. (Ps:jangan samakan cara melapisi kue dengan krim dengan melapisi tembok dengan semen! Sssstt... hal itulah yang kami lakukan karena krimnya nggak mau nempel-nempel juga)
5. Siapkan krim dalam plastik untuk menghias bagian atasnya.

Lalu... Tara.... Jadilah kue bikinan kami !!!



Harap maklum kalo kami nggak pandai menghiasnya. Namanya juga amatir. Hehe.. Selain itu, baru diketahui belakangan kalau ternyata resep krim apel kami itu kurang putih telur. Jadi pantas saja nggak mau nempel di kuenya. Ckckck... Hari Selasanya, waktunya masing-masing kelompok untuk saling bertukar kue. Pertama kami merasakan kue bikinan kami sendiri. Aneh tapi enak! Itulah kesan yang bisa kami katakan tentang kue bikinan kami. Aneh dilihat dari segi bentuk dan hiasannya. Enak dilihat dari segi isinya. Alhamdulillahnya kelompok lain juga bilang kalau kue kami enak. Fiuuh... Paling nggak kerja keras kami terbayar . Bagi yang ingin mencoba, selamat mencoba ya...

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Read more...