Assalamualaikum Wr. Wb.
Berhubung internet di rumah terpaksa nggak bisa nyambung dulu karena rumah lagi direnovasi, jadilah saya ngenet di warnet. Huhuhu... Yah, habis semangat ngeblog lagi meluap-luap. Kan sayang kalau dibiarin. :D
Saya sering merenungkan sesuatu kalau lagi nganggur terutama kalau lagi sendirian seperti sekarang. Nah, kali ini saya jadi teringat akan pembicaraan saya dengan seorang teman beberapa waktu yang lalu. Begini inti kutipannya...
Teman : "Kok belum baikan ya. Padahal aku udah berdoa lho!"
Saya : *diam*
Teman : "Eh, tapi doanya cuma baru satu kali ding!"
Saya : "Nah, mungkin itu. Harusnya doa itu yang banyak biar cepet dibalesnya sama Allah."
Teman : "Hahaha... Kok kayak bales wall di FB."
Saya : "He? Iya juga ya. Berarti doa itu kayak wall di FB ya. Semakin banyak kita berdoa, doanya jadi ada di urutan paling atas. Jadi, kemungkinan dilihat dan dibales yang punya makin besar."
Teman : "Hehe... Agak ngawur sih. Tapi bener juga."
Saya : "Iya, berarti kita harus banyak-banyak doa supaya Allah cepet balesnya."
Hm.. dialog yang cukup sederhana. Tapi maknanya cukup dalam. Lalu saya jadi berpikir-pikir. Kenapa ya orang-orang termasuk saya lebih ingat update status atau bales wall di FB daripada ingat dan berdoa sama Allah? Padahal berdasarkan teori yang ada dalam percakapan tadi, semakin banyak kita kirim wall ke Allah (baca:doa) makin besar dan cepat kemungkinan wall kita akan dibalas (baca: dikabulkan). Seperti di FB, kalau semakin sering kita berkomunikasi dengan sahabat kita, maka hubungan pun makin erat. Menurut saya, hal yang sama terjadi dalam hubungan kita dengan Allah, semakin sering kita ingat dan berkomunikasi denganNya, kita bisa selalu dekat denganNya.
Ya, memang saya nggak menampik kalau hal yang penting seperti ini sering terlewatkan dalam kehidupan sekarang tak terkecuali saya. Bahkan kalau berpikir tentang hal-hal lain yang senada pun banyak. Misalnya kenapa ya saya lebih sering baca komik daripada melantukan ayat-ayat suci Al Quran? Saya bisa meluangkan waktu untuk membaca komik sampai berulang-ulang bahkan sampai hafal setiap detil isinya. Sementara mengapa saya tidak bisa meluangkan sedikit waktu saja untuk membaca firman Allah yang isinya jauh lebih bermakna?
Saya ingin sekali bisa memperbaiki sikap saya ini. Membaca Al Quran berulang-ulang sampai-sampai saya bisa hafal isinya layaknya saya membaca komik. Ingat Allah sesering mungkin melebihi ingat untuk update status. Hm, saya ingin hidup saya seimbang. Antara dunia dan akhirat. Antara hubungan saya dengan sahabat-sahabat. Dan antara hubungan saya dengan Sang Pencipta diri saya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.











