Saturday, November 14, 2009

Kirim Wall ke Allah

Assalamualaikum Wr. Wb.

Berhubung internet di rumah terpaksa nggak bisa nyambung dulu karena rumah lagi direnovasi, jadilah saya ngenet di warnet. Huhuhu... Yah, habis semangat ngeblog lagi meluap-luap. Kan sayang kalau dibiarin. :D

Saya sering merenungkan sesuatu kalau lagi nganggur terutama kalau lagi sendirian seperti sekarang. Nah, kali ini saya jadi teringat akan pembicaraan saya dengan seorang teman beberapa waktu yang lalu. Begini inti kutipannya...

Teman : "Kok belum baikan ya. Padahal aku udah berdoa lho!"
Saya : *diam*
Teman : "Eh, tapi doanya cuma baru satu kali ding!"
Saya : "Nah, mungkin itu. Harusnya doa itu yang banyak biar cepet dibalesnya sama Allah."
Teman : "Hahaha... Kok kayak bales wall di FB."
Saya : "He? Iya juga ya. Berarti doa itu kayak wall di FB ya. Semakin banyak kita berdoa, doanya jadi ada di urutan paling atas. Jadi, kemungkinan dilihat dan dibales yang punya makin besar."
Teman : "Hehe... Agak ngawur sih. Tapi bener juga."
Saya : "Iya, berarti kita harus banyak-banyak doa supaya Allah cepet balesnya."


Hm.. dialog yang cukup sederhana. Tapi maknanya cukup dalam. Lalu saya jadi berpikir-pikir. Kenapa ya orang-orang termasuk saya lebih ingat update status atau bales wall di FB daripada ingat dan berdoa sama Allah? Padahal berdasarkan teori yang ada dalam percakapan tadi, semakin banyak kita kirim wall ke Allah (baca:doa) makin besar dan cepat kemungkinan wall kita akan dibalas (baca: dikabulkan). Seperti di FB, kalau semakin sering kita berkomunikasi dengan sahabat kita, maka hubungan pun makin erat. Menurut saya, hal yang sama terjadi dalam hubungan kita dengan Allah, semakin sering kita ingat dan berkomunikasi denganNya, kita bisa selalu dekat denganNya.

Ya, memang saya nggak menampik kalau hal yang penting seperti ini sering terlewatkan dalam kehidupan sekarang tak terkecuali saya. Bahkan kalau berpikir tentang hal-hal lain yang senada pun banyak. Misalnya kenapa ya saya lebih sering baca komik daripada melantukan ayat-ayat suci Al Quran? Saya bisa meluangkan waktu untuk membaca komik sampai berulang-ulang bahkan sampai hafal setiap detil isinya. Sementara mengapa saya tidak bisa meluangkan sedikit waktu saja untuk membaca firman Allah yang isinya jauh lebih bermakna?

Saya ingin sekali bisa memperbaiki sikap saya ini. Membaca Al Quran berulang-ulang sampai-sampai saya bisa hafal isinya layaknya saya membaca komik. Ingat Allah sesering mungkin melebihi ingat untuk update status. Hm, saya ingin hidup saya seimbang. Antara dunia dan akhirat. Antara hubungan saya dengan sahabat-sahabat. Dan antara hubungan saya dengan Sang Pencipta diri saya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Read more...

Tuesday, November 10, 2009

Special Gift

Assalamualaikum Wr. Wb.

Nggak kerasa sudah sekitar dua bulan saya nggak ngeblog. Terakhir nengok ada pesan di shoutbox : kok postingannya masih lebaran? Haduh... Malu juga. Langsung deh saya terjun ke lapangan buat update. Thanks a lot to Oelil karena sudah menyadarkan saya dari mati suri akan blog. Hehehe... Oh ya, maaf juga buat Mbak Ducky atas peer yang belum saya kerjakan. Sampai jamuran mungkin nunggunya ya. Juga buat Jimox yang undangannya baru bisa saya penuhi sekarang. Selamat buat alamat barunya ya!

Sebenarnya saya nggak malas ngeblog juga. Tapi apa daya, keyboard saya rusak. Jadi ada beberapa karakter yang nggak bisa diketik contoh huruf p (lah kok ini bisa? jangan sebut saya tikung kalau saya nggak kere-aktif, kawan. Huruf itu adalah hasil jerih payah saya copy paste huruf itu dari tulisan yang udah ada sebelumnya :D), tanda kurung tutup ), tanda tanya ?, tanda petik ”, strip -, titik dua : dan ada banyak lagi yang malas saya tulis karena capek bolak-balik cari semua karakter itu. Belum lagi ditambah dengan monitor yang tiba-tiba buta warna. Ya Allah... cobaan macam apa ini. Eh, tapi, ini kesempatan bagus buat minta yang baru! Hehe... *pasang senyum licik*


Selama dua bulan kemarin banyak kejadian yang bisa saya ceritakan. Termasuk ulang tahun saya yang ke 17. Hmmm... nggak kerasa sekarang saya sudah bisa punya KTP *0*. Semoga semakin bertambah umur saya, semakin bertambah pula hal-hal yang baik pada diri saya. Amin. Selain itu, di bulan Oktober ada ulang tahun ibu saya tercinta. Nah, untuk itu saya pun menyiapkan cake ulang tahun untuk beliau. Sebenarnya sih ini apple pie. Tapi saya buat cake ulang tahun karena ibu saya suka buah apel (maksa ceritanya). Resep ini baru saya coba sekali itu. Maklum saya kan nggak ahli masak jadinya agak kurang lembut teksturnya. Oh ya, resepnya bisa dilihat disini

Dan nggak lupa juga hadiahnya...
Lucu ya! Ibu saya sampai nggak tega bukanya ;)
Wassalamualaikum Wr. Wb.


Read more...

Sunday, September 13, 2009

Mulai dari Nol ya...

Assalamualaikum Wr. Wb.

Wah, sudah lama nggak posting ya. Kangen juga sama temen-temen ngeblog. Hehe... Sebenernya sih, pengen cepet-cepet update. Tapi rasa malas menjalar ke seluruh tubuh bagaikan virus yang ingin membunuh. Haiihh, Lebay!

Hmm... ramadhan kali ini alhamdulillah ibadah saya bisa lancar kecuali karena halangan karena kodrat perempuan :D. Berhubung sudah lebaran, saya ucapkan : taqabbalallahu minnaa wa minkum. Selamat Idul Fitri ya. Mohon maaf lahir batin kalau mungkin saya pernah melakukan khilaf secara sadar atau nggak. Jadi, mulai dari nol lagi ya... :)


Wassalamualaikum Wr. Wb.




Read more...

Saturday, August 22, 2009

Berbagi Wangi Ramadhan

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah... Sungguh tak terkira saya masih bisa menghirup wangi angin bulan Ramadhan tahun ini. Semoga dibulan yang suci ini, ada perbaikan dari diri saya untuk tahun-tahun seterusnya. Yang sebelumnya shalatnya telat, jadi lebih tepat waktu. Yang sebelumnya ngajinya jarang, jadi lebih sering. Amin.

Oh ya, memasuki bulan Ramadhan ini, saya mau memohon maaf lahir batin kalau saya punya salah yang disengaja ataupun nggak. Maaf ya... Sungguh manusia tidak bisa lepas dari khilaf. Selain itu, bagi teman-teman sesama muslim, saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga amal ibadah kita semua diterima oleh-Nya. Amin.


Kemarin, masjid di kompleks saya mengadakan acara pawai keliling kampung dalam rangka menyambut bulan Ramadhan ini. Acaranya diikuti oleh anak-anak peserta TPQ yang bersepeda hias diiringi dengan replika masjid yang dibuat diatas truk. Nah, saya sendiri kebagian tugas membuat bunga. Bunga itu nantinya akan dibagi-bagikan kepada warga. Saya diberitahu lewat sms sekitar jam 12an. Waktu itu saya kira bakal banyak yang bantu bikin. Tapi, ternyata cuma saya yang bikin! Teman-teman yang lain lagi ada acara. Wah, bener-bener panik saya. Bahan-bahannya baru diserahkan ke saya sekitar jam 2 lebih. Sementara deadline dikumpulkannya jam 4 sore. Wuih, harus bikin puluhan bunga dalam waktu satu setengah jam!

Awalnya sih saya hopeless banget. Lha gimana? Harus bikin puluhan bunga tapi waktunya mepet. Tapi alhamdulillah-nya, Mbak saya mau bantuin motongin kertas buat ditempelin ditangkai bunga. Makasih ya, Mbak! Hmm... Selama satu setengah jam itu, tangan saya seolah nggak mau berhenti melilit-lilit kertas krep di tangkai lidi. Awal-awalnya saya bikin mawar, tapi semakin saya panik liat jam makin ruwet bunganya.. -_-'. Ya sudahlah yang penting jadi. Tepat pukul 4, semua kertas krepnya udah habis. Alhamdulillah... :D Nggak sempet ngitung ada berapa tapi bunganya lumayan banyak sih. Ya, Allah, sungguh karuniaMu tiada tara untuk mengizinkanku berbagi semangat Ramadhan pada orang lain. Happy Ramadhan, Friends! :D

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Read more...

Saturday, August 8, 2009

Semangat Baru

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kemarin malam sewaktu mampir ngisi bensin sepulang les, saya disapa oleh petugasnya. Begini ceritanya...

Saya : “Sepuluh ribu, Pak.” *sambil senyum karena kasihan lihat bapaknya sibuk bolak-balik ngisi bensin sementara antrian motor nggak kunjung habis. Kata orang kan senyuman bisa bikin orang lain bahagia.*

Bapak-bapak petugas pom bensin (BBPPB): *balas senyum* “Baru pulang kerja ya?”

Saya : *setengah kaget. Maklum biasanya juga udah sering dibilang anak kuliahan. Tapi sekarang dibilang udah kerja. Huff... Sebegitu tua-kah muka saya ini, Pak? :P* “Eh, nggak kok, Pak. Baru pulang les.”

BBPPB : “Oh, saya kira pegawai rumah sakit.”

Saya : “Eh?”


Hmm... Sebenarnya saya setengah pengen ketawa dan setengah berharap dan mengamini. Pengen ketawa karena mungkin bapak tadi mengira saya pegawai rumah sakit dari pakaian saya. Saya pakai jilbab putih, celana putih, dan jaket. Wajar juga kan dikira pegawai rumah sakit. Berharap dan mengamini karena cita-cita kepingin jadi dokter. Dokter, pegawai di rumah sakit juga kan. :)

Ya Allah, akankah perkataan bapak tadi sebuah doa untuk saya? Semoga saja iya. Amin. Tapi yang pasti, itu jadi semangat baru buat saya menjalani kelas tiga yang berat ini.

Sambil memandang bapak tadi, saya berkata dalam hati : “Insya Allah, Pak. Kalau Allah meridhai, beberapa tahun lagi saya akan kerja di rumah sakit sebagai dokter. Dan saat itu, ketika saya bertemu Bapak lagi dan Bapak menanyakan hal yang sama, saya akan jawab iya.”

NB : Buat bapak-bapak petugas pom bensin terima kasih banyak atas semangat barunya ya. :D

Oh ya, terima kasih buat kawanku Asrizal atas awardnya yah. Teman-teman yang mau, silakan diambil.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Read more...