Showing posts with label Memories. Show all posts
Showing posts with label Memories. Show all posts

Saturday, November 14, 2009

Kirim Wall ke Allah

Assalamualaikum Wr. Wb.

Berhubung internet di rumah terpaksa nggak bisa nyambung dulu karena rumah lagi direnovasi, jadilah saya ngenet di warnet. Huhuhu... Yah, habis semangat ngeblog lagi meluap-luap. Kan sayang kalau dibiarin. :D

Saya sering merenungkan sesuatu kalau lagi nganggur terutama kalau lagi sendirian seperti sekarang. Nah, kali ini saya jadi teringat akan pembicaraan saya dengan seorang teman beberapa waktu yang lalu. Begini inti kutipannya...

Teman : "Kok belum baikan ya. Padahal aku udah berdoa lho!"
Saya : *diam*
Teman : "Eh, tapi doanya cuma baru satu kali ding!"
Saya : "Nah, mungkin itu. Harusnya doa itu yang banyak biar cepet dibalesnya sama Allah."
Teman : "Hahaha... Kok kayak bales wall di FB."
Saya : "He? Iya juga ya. Berarti doa itu kayak wall di FB ya. Semakin banyak kita berdoa, doanya jadi ada di urutan paling atas. Jadi, kemungkinan dilihat dan dibales yang punya makin besar."
Teman : "Hehe... Agak ngawur sih. Tapi bener juga."
Saya : "Iya, berarti kita harus banyak-banyak doa supaya Allah cepet balesnya."


Hm.. dialog yang cukup sederhana. Tapi maknanya cukup dalam. Lalu saya jadi berpikir-pikir. Kenapa ya orang-orang termasuk saya lebih ingat update status atau bales wall di FB daripada ingat dan berdoa sama Allah? Padahal berdasarkan teori yang ada dalam percakapan tadi, semakin banyak kita kirim wall ke Allah (baca:doa) makin besar dan cepat kemungkinan wall kita akan dibalas (baca: dikabulkan). Seperti di FB, kalau semakin sering kita berkomunikasi dengan sahabat kita, maka hubungan pun makin erat. Menurut saya, hal yang sama terjadi dalam hubungan kita dengan Allah, semakin sering kita ingat dan berkomunikasi denganNya, kita bisa selalu dekat denganNya.

Ya, memang saya nggak menampik kalau hal yang penting seperti ini sering terlewatkan dalam kehidupan sekarang tak terkecuali saya. Bahkan kalau berpikir tentang hal-hal lain yang senada pun banyak. Misalnya kenapa ya saya lebih sering baca komik daripada melantukan ayat-ayat suci Al Quran? Saya bisa meluangkan waktu untuk membaca komik sampai berulang-ulang bahkan sampai hafal setiap detil isinya. Sementara mengapa saya tidak bisa meluangkan sedikit waktu saja untuk membaca firman Allah yang isinya jauh lebih bermakna?

Saya ingin sekali bisa memperbaiki sikap saya ini. Membaca Al Quran berulang-ulang sampai-sampai saya bisa hafal isinya layaknya saya membaca komik. Ingat Allah sesering mungkin melebihi ingat untuk update status. Hm, saya ingin hidup saya seimbang. Antara dunia dan akhirat. Antara hubungan saya dengan sahabat-sahabat. Dan antara hubungan saya dengan Sang Pencipta diri saya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Read more...

Tuesday, March 31, 2009

Sedikit Catatan Bulan Ini

Assalamualaikum Wr. Wb.

Tepat hari ini ujian mid semester genap udah selesai. Senangnya.... Tapi sayangnya, selesai ujian, saya malah kena serangan radang tenggorokan mendadak. Singkatnya kayaknya sih amandel saya kambuh lagi. Huhuuu.... Rasanya menderita. Mau ngomong nggak enak. Mau makan juga nggak enak. Mau apa-apa jadi nggak enak deh pokoknya. Temen-temen ada yang tau obat alami buat radang tenggorokan nggak? Sebenernya lebih cepet pergi ke dokter sih. Tapi entar ujung-ujungnya dikasih pil-pil super gede. Saya males nelennya. Sakit...

Setelah sekian lama nggak nulis di blog. Akhirnya saya nulis juga hari ini. Entah kenapa beberapa hari yang lalu saya lagi malas nge-blog. Lebih tepatnya nggak tau mau nulis apaan? Nah, kali ini saya akan kasih sedikit catatan tentang kegiatan saya selama saya nggak nge-blog.

1. Sedang ujian mid semester. Mid kali ini begitu horror (baca:mengerikan). Entah ada angin apa hampir semua mata pelajaran ngasih soal yang diluar batas kemampuan otak. Duh! Bikin stress sampai-sampai jadi jerawatan. Huu.... Ya, udah deh. Yang udah lewat biarin aja. Sekarang yang penting optimis menghadapi hasil akhirnya. Semoga saja nggak ada yang remidi. Amin...

2. Ngurus sim. Akhirnya saya punya sim juga. Seneng sih. Tapi kecewa gara-gara fotonya jelek. Heran saya, kenapa ya foto sim itu selalu nggak sesuai harapan. Apa kameranya yang jelek? Atau wajah saya emang lagi melas waktu itu soalnya saya foto setelah selesai ujian fisika di sekolah sih. Hehehe...

Sewaktu saya kasih lihat ke ortu,


Mereka bilang : "Kenapa wajahnya kok miring gini? Wajahnya keliatan kucel. Matanya juga ngantuk."

Saya : *mencoba membela diri* “Jelas aja keliatan kucel n ngantuk. Itulah akibat dari kekejaman soal fisika. Gimana nggak kucel coba? Apalagi sampai di satlantas polisinya lagi nggak ramah. Entah karena apa polisinya pada judes. Tambah kucel deh tu wajah liat yang ngambil foto.”

Mereka terus bilang : “Ya, udah. Nunggu lima tahun lagi aja. Nanti kalau perpanjangan sim kan fotonya ganti lagi.

Saya : “ Hoo?? Bisa diganti ta?” *tiba-tiba merasa mendapat secercah harapan baru*

Ya udah deh sabar nunggu lima tahun lagi. Setelah itu, saya langsung menerapkan saran teman saya : nyelipin sim jelek itu ke dalam dompet bagian paling dalam!

3. Mencoba mengikuti acara Earth Hour. Malam minggu kemarin kan di tivi-tivi, di internet, di mana-mana orang pada ngomongin soal acara matiin lampu selama 60 menit itu. Awalnya sih pada semangat seperti saya (Tikung) dan teman saya (sebut saja Epti) siang itu di angkot :

Tikung : “Eh, ntar malem kan matiin lampu ta?”

Epti : “Iya. Eh, berapa lama sih?”

Tikung : *dengan gaya caleg berkampanye* “Cuma 60 menit. Dari jam setengah sembilan sampe setengah sepuluh. Jangan lupa dimatiin. Soalnya itu kesadaran sendiri. Nggak dimatiin dari pusat. Dengan matiin lampu kita bisa nyelametin dunia.”

Epti : “Kung, matiinnya semua lampu?”

Tikung : “Iya, semua deh kayaknya. Masa’ cuma satu. Tapi kira-kira tivi tetep boleh hidup ga ya? Kan nggak termasuk lampu tuh.”

Gubrakk!!! Entah bagaimana reaksi para penumpang angkot yang kayaknya ikut mendengarkan obrolan kami yang agak ngawur siang itu. Maklum habis mid...

Terus, realisasinya? Saya malam itu malah pergi (baca:kabur) ke Gramedia! Hehe... Tapi tetep matiin lampu yang ada di dalam rumah sih. Kecuali lampu di luar dan atas. Sebenarnya sekalian pengen liat malam itu Semarang ikutan matiin lampu apa nggak. Ternyata eh ternyata semua itu sekedar semangat saja! Simpang Lima seperi biasa terang benderang dengan PKLnya dimana-mana. Mal-mal juga begitu. Bahkan toko yang sudah tutup pun masih bersinar dengan terangnya. Dan hari seninnya teman-teman saya pun dengan senyum menyeringai cerita kalau mereka nggak ikut matiin lampu sepenuhnya. Ya, begitulah. Semangat oke, realisasi belum tentu...

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Read more...

Thursday, March 27, 2008

Live In Report (Part III)

Assalamualaikum Wr. Wb.

Wah, ini dia cerita penutup dari kegiatan live in saya di Kendal. Baca ya... Jangan lupa beri komentar :)

Rabu, 9 Januari 2008

Pukul 05.00 WIB, kami bangun seperti biasa. Selesai, shalat, mandi, dan sarapan, saya dan teman saya pergi ke kebun jambu biji lagi. Sebenarnya kami ada rencana ke Air Terjun Curugsewu. Namun, kami tidak ikut. Kali ini kami tidak naik mobik pick up tetapi naik bus.


Setelah sampai, kami segera membungkus jambu biji lagi. Kami memulai membungkus dari pohon yang paling ujung. Kali ini kami membungkus bersama lima orang termasuk saya. Cukup banyak dibandingkan kemarin yang hanya tiga orang. Kami pun bekerja sampai sekitar pukul 11.00 WIB. Kami membersihkan diri di gubuk sebelum pulang. Kami melihat banyak cangkok jambu biji. Nantinya, cangkok itu akan ditanam di dalam polybag dulu baru kemudian ditanam di lahan lain. Kata keponakan orang tua asuh saya, jambu biji tersebut biasa dipanen tiga hari sekali. Jambu biji yang sudah dipanen nantinya akan dijual. Harga sekilonya hanya sebesar Rp 3.000,00. Kata dia, dulu harganya pernah mencapai Rp 6.000,00 karena waktu itu masih jarang yang menanamnya. Bila musim kemarau tiba, hujan jarang turun sehingga kebun jambu biji tersebut akan disiram. Caranya, di samping kebun tersebut dibuat semacam parit kecil yang terhubung dengan sungai yang ada di dekat situ. Jadi, nantinya air akan mengalir dari sungai ke kebun melalui parit itu.

Kamis pagi saya dan teman-teman pulang. Ada beberapa orang tua asuh teman saya yang sampai menitikkan air mata karena akan berpisah. Wah, jadi terharu... Hiks... Sebelum saya pulang, orang tua asuh saya membawakan oleh-oleh dalam sebuah kardus : dua ikat pete, cangkokan jambu biji, dan seplastik kacang. Wueleh... Ckckck.. beratnya.. masya Allah... Sampai-sampai di dalam bus kardusnya jebol karena tidak kuat menahan beban yang begitu berat. Tapi, saya berterima kasih sekali. Terima kasih ya, Pak, Bu.. Maaf sudah merepotkan. Hehe..

Nah, sekian cerita saya selama kegiatan live in. Kegiatan yang menurut saya membawa banyak manfaat. Semoga kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi. :)

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Read more...

Friday, February 8, 2008

Live In Report (Part II)

Assalamualaikum Wr. Wb.

Nah, ini adalah cerita live in saya hari kedua.. Silakan dibaca ya...

Selasa 8 Januari 2008

Sekitar pukul 05.00 WIB saya bangun untuk menunaikan shalat shubuh. Lalu setengah jam kemudian, teman saya, Wildan dan Kevin mengajak untuk jalan-jalan. Akhirnya saya, Ran dan teman saya lainnya jalan-jalan sampai pukul 07.00 WIB.


Setelah mandi dan sarapan, saya dan Rani diajak pergi ke kebun jambu biji orang tua asuh saya. Kami pergi naik mobil pick up dan diantar menantu Pak Siswanto. Kami pun sempat mampir di gudang gabah. Di situ banyak sekali kayu-kayu dan beberapa pekerja. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke sawah. Di sana kami melewati sawah, sungai, kebun jagung, dan kebun tebu. Kami diajak membungkus jambu biji di kebun. Pertama kami memilih buah jambu biji yang sudah agak besar. Lalu, kami membungkusnya satu per satu dengan koran. Setelah itu, barulah kami membungkusnya dengan kantong plastik bening.

Setelah lelah, kami beristirahat sejenak di sebuah gubuk yang ada di dekat situ. Kami berbincang sedikit dengan ditemani dua botol minuman dan beberapa makanan kecil. Kami juga diberi masing-masing satu buah jambu biji yang cukup besar dan matang. Jambu biji yang baik dan matang bagian tengahnya berwarna merah muda yang cerah dan lembut jika dimakan.

Setelah selesai, teman-teman kami ada yang menyusul . Kami lalu berfoto sejenak dengan latar kebun jambu dan sungai yang mengalir di dekat situ. Tak berapa lama kenudian, kami ulang. Kini kami duduk di bagian belakang mobil pick up yang terbuka.

Sampai di rumah, kami makan, shalat, lalu tidur sejenak. Menjelang sore, kami bangun, mandi lalu shalat ashar. Ketika hampir maghrib, kami bersiap-siap untuk menuju rumah kepala kelurahan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Read more...

Friday, February 1, 2008

Live In Report (Part I)

Assalamualaikum Wr. Wb.

Wah, setelah sekian lama saya nggak nge-blog. Akhirnya nge-blog juga. Maklum masalah lama : lagi-lagi internetnya ngadat. Huh.... Jadi nggak bisa nge-blog deh. Sewaktu posting ini saja, saya ngenet di warnet. Nah, sekarang ini sekolah saya masuk semester 2. Jadi tambah berat karena kelas dua nanti ada penjurusan. Doakan agar saya bisa masuk IA ya :). Tes dan tugasnya juga semakin banyak. Rasanya sampai capek sekali. Fuh...

Oh ya , hari ini saya akan menulis pengalaman saya selama live in. Saya juga akan mengepost foto-fotonya. Silakan dinikmati ya... (memang makanan. Hehe). Tulisan ini akan saya tulis dalam tiga tahap. Ini tahap yang pertama..


Senin, 7 Januari 2008

Sekitar pukul 12.00 WIB, saya dan seorang teman saya, Ranintia sampai di rumah Bapak Siswanto yang merupakan orang tua asuh kami di sini. Rumah ini berada di RW 4 Desa Pagersari, Kecamatan Patean, Kendal. Orang tua asuh kami ini bekerja sebagai wiraswasta. Beliau mempunyai sebuah warung di rumahnya. Warung ini sangat strategis karena terletak di pinggir jalan raya yang merupakan perbatasan kota Kendal dengan Temanggung. Bapak Siswanto memiliki seorang istri dan empat orang anak, satu laki-laki dan tiga perempuan. Mereka tinggal bersama dengan seorang kakek, seorang menantu laki-laki, dan seorang keponakan. Keluarga Bapak Siswanto merupakan keluarga besar sehingga ketika kami satang, suasana sangat ramai.

Lalu setelah kami berkenalan dan ngobrol sedikit, kami ijin untuk shalat dan menata tas kami. Setelah itu, dua orang teman saya, Karisha dan R.R.Rani datang dari rumah sebelah. Mereka datang untuk bermain. Lalu kami diminta untuk membungkus kacang rebus yang akan dijual. Kacang itu nantinya akan dijual seharga Rp 1.000,00/bungkus. Ini pekerjaan yang menyenangkan. Kami melihat bagaimana plastik itu dibungkus dengan lilin sehingga plastik itu tertutup rapat. Maklum, belum pernah tahu bagaimana caranya.

Menjelang sore, kami istirahat sejenak lalu mandi. Setelah itu, kami mendapat kabar kalau teman kami, karisha dan R.R.Rani dipindah ke RW 3 dan teman kami lainnya Wildan dan Kevin pindah ke rumah sebelah. Setelah malam kami jalan-jalan sebentar dan kemudian pulang. Rasanya cukup capek. Tapi, menyenangkan juga. Baca cerita yang selanjutnya ya... :)

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Read more...

Sunday, December 30, 2007

Laporan Akhir Tahun

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sebelumnya, saya ucapkan Selamat Tahun Baru 2008 ya!!!:D Semoga di tahun yang baru ini segalanya bisa menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Hmm... laporan akhir tahun, seperti bank saja ya. Hehe..:)) Yah, di penghujung tahun 2007 ini saya akan mengevaluasi apa saja yang sudah saya capai dan apa yang belum saya capai. Nah, nantinya saya pun akan memberikan list mengenai harapan-harapan saya di tahun yang akan datang.

Hal-hal yang sudah saya capai :
1. Berhasil lulus UN dengan total nilai yang memuaskan dan mendapat nilai sempurna di UN matematika. Alhamdulillah..
2. Masuk ke SMA N 3 Semarang yang merupakan salah satu sekolah terbaik di Semarang.
Saya senang sekali walaupun sebelumnya saya harus bekerja keras karena saingannya begitu banyak.
3. Berhasil membuat blog yang sekiranya layak untuk dilihat dan dibaca serta mendapat banyak teman yang menyenangkan karenanya. Saya pun jadi bertambah ilmunya karena membaca blog teman-teman semua :)
4. Berhasil lulus ujian MOSI (Menuju Olimpiade Sains Indonesia) Fisika. Sebelumnya saya posting di blog ini kalau saya tidak lolos MOSI matematika, tapi ternyata lowongan di mapel fisika masih ada. Jadi, saya ikut saja deh. Lagipula saya juga lebih tertarik pada fisika daripada matematika. :)
5. Berhasil menyelesaikan psikotest dengan baik sehingga memantapkan langkah saya untuk bisa masuk ke jurusan IPA.


Hal-hal yang belum saya capai :
1. Mendapat nilai bagus di semua mata pelajaran saat UHT maupun UAS. Di SMA soalnya semakin lama semakin sulit. Sudah pakai bahasa Inggris, batas tuntasnya 75 pula.
2. Membeli buku-buku yang sampai saat ini masih saya impikan. Harganya mahal sekali sih. Jadi, saya pun harus menabung sedikit demi sedikit untuk membelinya.
3. Bisa memberikan sesuatu untuk orang tua saya di saat hari istimewanya dengan hasil jerih payah saya sendiri.
4. Menghilangkan sifat pelupa yang kadang sangat menyusahkan. Misalnya saya sering mencari-cari barang yang saya lupa menaruhnya dimana padahal barang itu sangat penting.

Hal-hal yang ingin saya capai di tahun 2008 :
1. Mendapat nilai bagus di semua mata pelajaran.
2. Bisa masuk jurusan IPA. Amin.
3. Bisa menerima dan memahami semua pelajaran yang diajarkan dengan baik.
4. Membeli buku yang saya impikan.
5. Memberi sesuatu yang istimewa untuk orang tua saya.
6. Bisa berprestasi di MOSI Fisika. Doakan ya.. :)
7. Bisa menjadi orang yang lebih baik dalam perkataan, perilaku, maupun pemikiran daripada tahun yang sebelumnya.

Nah, beberapa wish diatas semoga dapat tercapai di tahun 2008. Amin.:)

Walaikumsalam Wr. Wb.
Read more...

Friday, November 2, 2007

Selamat Ulang Tahun ke-130!!

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kemarin tanggal 1 November, sekolah saya merayakan ulang tahunnya yang ke-130. Wah, nggak terasa sudah tua sekali ya. Sebelumnya saya ucapkan selamat ulang tahun dulu deh. Semoga dapat terus berprestasi dan menghasilkan calon-calon pemimpin bangsa yang adil, bijaksana dan bertanggungjawab. Amien.:)

Nah, di sini akan saya jelaskan sedikit mengenai sejarahnya. Sekolah atau tepatnya gedung sekolah ini diresmikan tanggal 1 November 1877 sebagai rumah dinas Residen Semarang. Setelah Perang Dunia I, sekolah ini mulai difungsikan sebagai sekolah oleh pemerintah Belanda. Gedung ini berada di Jalan Bojong (sekarang Jalan Pemuda nomor 149) ini mengalami banyak perubahan mulai dari HBS (Hogere Burger School), AMS (Agemeny Middle School), MULO, SMT A, SMA A, sampai sekarang disebut SMA N 3 Semarang. Wuah, panjang sekali ya. Itu saja saya singkat. Kalau tidak panjangnya seberapa ya? :))


Nah, kemarin di sekolah saya diadakan upacara untuk memeringati hari ulang tahun sekolah ini. Cukup meriah. Tapi, sayang saya tidak sempat mengabadikannya. Ditampilkan kreatiivitas seni dari beberapa ekstrakurikuler. Seperti tari tradisional, paduan suara, drama, dan sebagainya. Tiga hari sebelumnya juga diadakan class meeting yang pastinya dimeriahkan oleh lomba-lomba. Lomba-lomba tersebut antara lain bola basket, futsal, estafet, parcel dengan tema ultah sekolah, surat cinta dengan bahasa inggris, dan masih banyak lagi. Kalau soal pemenangnya sih belum diumumkan. Jadi, saya tidak tahu yang menang kelas berapa. :p

Tapi dari sekian banyak kegiatan yang saya ikuti. Yang paling menyenangkan adalah setelah upacara dan pentas seni, kami pulang lebih awal. Hahaha, :)) biasalah anak sekolah paling suka pulang lebih awal walaupun setelah pulang tidak pergi kemana-mana. Ya, belajar-belajar sedikit buat persiapan ulangan.:)

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Read more...

Wednesday, September 5, 2007

The Story of Camping to Bantir

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bulan Agustus yang lalu, saya dan teman-teman kelas X pergi berkemah ke Bumi Perkemahan Bantir, Sumowono. Letaknya sekitar 2 jam perjalanan dari Semarang. Sekitar jam 3, kami berangkat bersama-sama menggunakan bus. Sesampainya di sana, brrr... hawa dingin sungguh menusuk tulang. Pada malam hari, selepas maghrib, kami mengikuti upacara pembukaan yang diikuti lomba tarik tambang. Pertandingan berlangsung seru, tapi sayangnya kelas kami tidak dapat membendung gencarnya perlawanan kelas lain (komentator sepak bola, mode:on). Ya, seperti yang diduga. Kelas kami kalah. Huhu...



Malam harinya, kami nonton film "Mr. Bean's Holiday" lewat LCD. Kami nonton bersama sambil menggelar tikar di tengah lapangan. Wuah, dingin-dingin tapi hangat juga karena semua anak jadi satu di selembar tikar yang tidak begitu luas. Film yang bagus dan sangat lucu tapi tidak begitu dapat kami nikmati karena semakin malam udara semakin dingin. Akhirnya dengan perjuangan keras kami melanjutkan menonton film dengan makanan kecil yang dibawa oleh beberapa anak. Setelah film selesai, kami segera pergi tidur di barak masing-masing.

Pagi harinya, kami akan hiking ke gunung di dekat tempat itu. Awalnya kami disuruh menjawab tebak-tebakkan untuk menentukan kelas mana yang duluan pergi. Dan anehnya, kelas kami menjadi kelas yang pertama hiking. Mau tahu tebak-tebakkannya? (Mungkin saja besok keluar di soal ulangan. Hehe..)
Apakah nama bapak 200 anak?
-Ayah

Loh, kok bisa? Saya saja nggak begitu mudeng. Lol.


Perjalanan dimulai. Selama hiking kami harus melewati beberapa post yang dimasing-masingnya terdapat rintangan. Rintangan-rintangannya antara lain : melipat tikar yang diisi 10 anak sampai paling kecil, debat, yel-yel, tebak lagu, LCT, semacam holahop dengan 5 anak, memasukkan tali ke dalam celana yang disambungkan ke 10 anak dan masih banyak rintangan "gila" lainnya. Selama hiking, kami banyak belajar tentang alam dan berbagai tanaman. Mulai dari buah berry liar, tanaman kubis yang sudah besar dan siap panen, tanaman cabai, dll. Sungguh saat itu kami merasa seperti si Bolang. Bukan "Bocah Hilang" lho ya.Hehehe...

Setelah selesai hiking dan sampai di barak, kami segera bersiap-siap mandi. Eits, jangan berpikiran buruk dulu. Tadi pagi udara sangat dingin jadi kami memutuskan untuk mandi setelah hiking. Nah, berhubung kami merupakan kloter pertama, kami jadi bisa menguasai kamar mandi karena kelas-kelas lain masih belum sampai. Hore!!!

Sore harinya, kami mengikuti lomba futsal, spanduk, dan hunting treasure (padahal di situ sama sekali nggak ada harta karunnya). Di lomba futsal, kami mendapat keuntungan karena jumlah kelas ada 13 sementara kelas kami tidak mendapat undian itu. Jadi, kelas kami dinyatakan langsung lulus ke semifinal. Ya, walaupun (lagi-lagi) kelas kami kalah. Di lomba spanduk, kami merasa minder walaupun di kelas kami banyak yang jago menggambar. Sebabnya, kelas kami adalah kelas yang paling sedikit membawa pilox dan alat mewarnai! Coba bayangkan, kelas kami cuma membawa 2 pilox dan beberapa spidol (yang itu pun harus mencari di sela-sela tempat pensil masing-masing anak)! Sementara kelas lain membawa pilox, spidol, cat poster, dan spidol yang jumlahnya tak terkira. Jadilah spanduk kami bergambar bagus tapi berwarna amburadul. Ya, itulah yang disebut kere-aktif. Hihihi... ;D

Malamnya diadakan pentas seni di sekitar api unggun. Wuih, cukup menghangatkan badan di saat dingin seperti itu. Urutan tampil masing-masing kelas diacak. Jadi, kami harus terus bersiap-siap jikalau kelas kami yang dipanggil. Tapi, karena saking lelahnya kami ber-hiking-ria tadi pagi, kami semua malah tidur!!! Yang pertama mempelopori sih anak cowoknya. Pertama satu orang tidur, yang kedua dua orang, yang ketiga... dan seterusnya sampai-sampai semua anak kelas kami tertidur pulas bagaikan terkena apel beracun nenek sihir! Kami sih awalnya malu juga, habisnya kelas lain antusias dan bersemangat sekali sementara kelas kami malah sepi..pi tanpa ada suara apa pun kecuali suara dengkuran. Huhu... Ya, habis gimana lagi sih. Kami sudah sangat capek dan kelas kami belum dipanggil juga meski sudah 6 dari 13 kelas yang dipanggil maju. Ya, sudah deh, kami tanpa rasa bersalah dan sebagai aksi protes kami semua tidur. Hehehe...

Nah, ketika giliran kami dipanggil, eh, semua langsung bangkit dari tidurnya secara tiba-tiba. Kami menampilkan yel-yel dan puisi. Waktu yel-yel, semua anak dengan jiwa yang masih separuh di alam mimpi mencoba memukul panci dan botol-botol aqua yang sengaja kami bawa serta menyanyikan lagu yan sudah kami persiapkan sebelumnya. Alhamdulillah semua lancar walaupun setelah kami tampil, kami langsung tidur lagi. :p

Esoknya, tidak terasa kegiatan kemah pun berakhir. Inginnya sih terus di sini, habisnya nyaman sih. Tapi, ya gimana lagi, kami juga sudah rindu dengan rumah masing-masing. Upacara penutupan diawali dengan beberapa kata sambutan dan pengesahan anggota baru KS (sejenis dewan galang). Lalu, dilanjutkan dengan pengumuman penghargaan bagi kelas berprestasi. Kami semua tersenyum kecil sambil berkata pesimis, "Ah, nggak mungkin kelas kita menang. Pensi aja malah tidur semua."

Walaupun begitu, rasa ingin mendapat penghargaan juga ada dalam hati kami. Habisnya kami merasa kami sudah berusaha keras mengikuti semua pertandingan yang ada terutama saat hiking. Pertama kelas terajin...bukan. Kedua kelas terfavorit...bukan. Kelas terpandai...juga bukan. Trus, apa donkz. Akhirnya kami semua pasrah. Lalu, kakak pembina kami berkata, "Jangan putus asa dulu. Masih ada harapan kok." Nah, tepat setelah kakak pembina kami berkata demikian, kakak pembina yang bertugas mengumumkan berkata, "Kelas teladan jatuh pada... X-3!!!" Sontak, kami langsung melonjak kegirangan sambil tertawa bersama. Kami sungguh tak mengira bahwa penghargaan itu jatuh pada kami. Sebab, kami jarang memenangkan lomba yang diadakan sebelumnya dan kelas kami malah tidur sewaktu pensi. Apanya yang teladan coba ??? Tapi, ya Alhamdulillah. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi kelas kami untuk melakukan yang lebih baik lagi. Amien.

Saat perjalanan pulang, kami terus-terusan mengungkapkan kegembiraan kami walaupun sebelumnya bus yang kami tumpangi mengalami keterlambatan. Ya, kami rasa inilah hadiah terindah yang kami dapatkan setelah usaha keras dan kesabaran kami dalam menghadapi berbagai pertandingan walaupun jarang sekali menang. Hidup X-3!!! Hidup!!!

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Read more...

Friday, July 27, 2007

Forever Friend

Assalamualaikum Wr. Wb.

Halo, semua teman-teman blogger. Saya sudah selesai ngelink blog teman-teman yang pernah mampir ke sini. Kalau ada yang belum dilink, kabari saya ya! (Mohon maklum kalau manusia sering lalai) ^_^ Ini untuk keep friendship aja kok. Habisnya saya sering lupa alamat-alamat blog temen-temen blogger, jadi saya jarang mampir deh! Maaf, ya...

Ngomong-ngomong soal teman lama dan teman baru, saya jadi ingat kenangan-kenangan manis dari saya TK sampai SMP. Wuah, kangen sekali... udah lama nggak ketemu sampai-sampai saya lupa wajah dan namanya *Duh!*. Hal ini juga diperparah oleh sifat kepikunan saya, yang entah kenapa sulit sekali menghafalkan nama teman sendiri padahal hafal wajahnya. Padahal, kalau masalah pelajaran, saya bisa menghafalnya dengan lancar. Saya jadi sering bertanya-tanya. Saya ini kena sindrom apa sih??? Mungkin ini juga pengaruh otak kanan dan otak kiri. Soalnya kan otak kanan lebih mudah mengingat warna, bentuk, dan hal-hal yang menarik untuk dilihat.


Kembali ke topik soal teman lama dan teman baru... Yah, terkadang kita memang seringkali melupakan teman lama begitu saja setelah asyik bertemu teman baru yang lebih menarik. Padahal dulu kita begitu dekatnya dengan orang itu. Padahal dulu dimana ada dia disitu ada kita. Padahal dulu kita sering curhat-curhatan dengannya. Ya, semuanya serba dulu...

Entah kenapa saya sering melihat ada beberapa orang yang dengan mudahnya melupakan seorang teman. Sok pura-pura tidak kenal, sok merasa memiliki teman yang lebih baik dan masih banyak lagi keegoan yang berbuah rasa tidak menghargai. Padahal seorang teman sejati adalah seorang yang selalu ada di samping kita entah saat kita bahagia dan senang. Dan yang paling penting adalah seorang teman sejati tidak akan dengan mudahnya melupakan kita.

Maka dari itu, ingatlah selalu teman-teman kita yang mungkin kita tidak tahu di mana dia berada. Ingatlah selalu kenangan-kenangan indah yang kita lewati bersamanya. Syukur bisa terus berkomunikasi. Karena, jika seandainya tidak ada seorang teman yang setia di samping kita, tentunya hidup kita tidak akan seperti sekarang...

Thank you, friends
For your shoulder when I cry
For your support when I really need
For your smile when I am happy
Thank you very much, friends
I love you with every heart beat in my heart
And I always remember you with every breath in my life

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Read more...

Monday, July 2, 2007

Alur Kehidupan

Assalamualaikum Wr. Wb.

Hari ini saya teringat kejadian waktu saya masih SD. Kejadian yang membuat saya sadar bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Waktu itu saya sedang mengikuti suatu lomba bersama teman-teman saya. Saya sangat percaya diri karena saya merasa pandai (Astagfirullah). Ketika hasilya dibacakan, teman-teman saya semuanya mendapatkan kemenangan. Namun, ternyata hanya saya yang tidak. Saya merasa sedih dan menganggap Allah tidak adil pada saya. Kemudian lambat laun seiring berjalannya waktu. Saya terus merenung dan membayangkan jika seandainya saya memenangkan perlombaan itu. Hati kecil saya berkata : "Allah sudah memberikan yang terbaik padamu. Bersyukurlah. Jika seandainya kamu menang mungkin kamu akan menjadi sombong dan lupa diri. Allah melakukan ini karena Allah sayang padamu. Allah tidak ingin kamu jadi manusia yang sombong. Allah punya rencana lain buatmu. Rencana yang lebih bagus buatmu. Percayalah."


Sejak saat itu saya selalu menangis jika ingat saya telah menyalahkan Allah terhadap kejadian yang menimpa saya. Saya merasa Allah sudah berbaik hati memberikan yang terbaik untuk saya. Namun, saya malah mengingkarinya. Astagfirullah...

Ya, memang sebagai manusia biasa terkadang kita selalu merasa kurang atas pemberian Allah pada kita. Tapi, cobalah bayangkan jika seandainya kita diberi nikmat itu. Mungkin saja kita akan jadi manusia yang sombong dan jauh dari Allah atau mungkin kita tidak akan sadar betapa sayangnya Allah pada kita. Ingatlah Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Mungkin saja bagi kita buruk tapi bagi Allah baik. Lihatlah esok ke depan, Allah selalu punya rencana untuk kita. Mungkin suatu hal lain yang begitu kita dambakan.

Memang kehidupan tidak selamanya manis. Terkadang pahit juga harus kita rasakan. Jika tidak ada pahit dalam kehidupan, kita tidak dapat merasakan betapa manisnya kehidupan. Umpamanya jika kita tidak merasakan pahitnya obat, kita tidak akan dapat merasakan betapa manisnya madu itu.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Read more...